Sinopsis dan Resensi Film Ngeri - Ngeri Sedap, Film Drama Komedi Indonesia

Ngeri - Ngeri Sedap
Ngeri - Ngeri Sedap - Movie

Kalau anda sedang mencari sebuah film yang mengangkat kekeluargaan dan film daerah dengan cerita asli (Sumatera Utara). Ngeri - Ngeri Sedap adalah filmnya.

Meskipun film ini masuk ke dalam sebuah film drama komedi Indonesia, karena beberapa peran pemain merupakan komedian Indonesia, Namun tetap saja film ini berkisah tentang adat budaya Batak pada sebuah keluarga.

Jika ada film yang mengangkat cerita tentang keluarga, tidak heran kalau film tersebut akan laku keras. Bahkan selalu di ingat oleh pada penonton.

Ngeri - Ngeri Sedap merupakan Film Drama Komedi Indonesia yang sudah di tonton hingga dua juta lebih penonton.

Info yang di lansir melalui instagram @ngeringerisedapmovie hingga kini 31 Juli 2022 sudah mencapai sebanyak 2.881.147 penonton.

Ngeri - Ngeri Sedap juga telah masuk ke urutan 14 pada Film Nasional Terlaris Sepanjang Masa periode 2007 - 2022. Dan disambut film Agak Laen yang tayang pada tahun 2024 dan ditonton sebanyak 9juta lebih.


Judul Ngeri - Ngeri Sedap
Sutradara Bene Dion Rajagukguk
Produser Dipa Andika
Penulis Bene Dion RajaGukGuk
Pemeran Arswendy Beningswara Nasution
Tika Panggabean
Boris Bokir Manullang
Gita Bhebita Butar - Butar
Lolox
Indra Jegel
Penata Musik Viky Sianipar
Sinematografer Padri Nadeak
Penyunting Aline Jusria
Perusahaan Produksi Imajinari
Visionari Film Fund
Tanggal Rilis 02 Juni 2022
Durasi 114 Menit
Negara Indonesia
Bahasa Indonesia


Sinopsis

Pak Domu dan Mak Domu yang tinggal bersama Sarma, ingin sekali tiga anaknya: Domu, Gabe dan Sahat yang sudah lama merantau, pulang untuk menghadiri acara adat, tetapi mereka menolak untuk pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu.

Pak Domu dan Mak Domu akhirnya berpura - pura bertengkar dan ingin bercerai demi mendapatkan perhatian dari anak - anaknya

Ulasan Singkat Film Ngeri - Ngeri Sedap

Note: Karena saya kadang suka pelupa, maka saat datang ke bioskop saya melihat sambil mencatat di note smartphone. Mencatat bukan merekam itu berbeda ya. Saya mencatat di note karena kebutuhan untuk tulis di blog.

Sekumpulan bapak - bapak sedang berkumpul di lapo (warung) seperti sudah menjadi budaya disana, namun berkumpul hampir setiap malam yang dapat membuat Mak Domu (Tika Panggabean) juga resah.

Satu persatu bapak - bapak disana pulang dari lapo, takut jika istrinya langsung bertindak memanggil ke lapo. Rasanya itu 'malu' kata pak Domu (Arswendy Beniswara).

Tidak lama kemudian, Mak Domu datang ke lapo untuk menjemput Pak Domu. Akhirnya Pak Domu dan Mak Domu pulang sambil berjalan kaki.

Pak Domu sempat berbisik kepada Mak Domu sambil berkata 'Ngapain lah kau jemput aku, malu aku sama yang lain' kurang lebih seperti itu.

Di perjalanan itu pula mereka berdiskusi bahwa bagaimana caranya agar anak - anak mereka pulang. Disatu sisi, Mak Domu rindu sekali dengan ketiga anaknya di perantauan, karena sudah lama tidak pulang. Sedang si Bapak, berharap mereka pulang saat acara Sulang - sulang pahoppu.

Pak Domu dan Mak Domu mulai mencari cara dari satu alasan ke alasan lain. Di mulai dari Pak Domu yang menyuruh Mak Domu untuk menelpon ketiga - anak - anaknya untuk menyuruh mereka pulang. Namun, ketiga anak tersebut memberikan alasan - alasannya tersendiri.

Domu (Boris Bokir) sebagai anak pertama bekerja sebagai pegawai di salah satu anak perusahaan ternama. Tidak bisa pulang dengan alasannya.

Gabe (Silolox) sebagai anak ke-tiga juga tidak bisa pulang karena jadwal syuting begitu padat. Dan jika pun bisa tentu tidak akan lama, hanya di beri waktu beberapa hari saja.

Sahat (Indra Jegel) sebagai anak bungsu juga tidak dapat pulang. karena di perantauan Sahat tinggal dengan Pak Pomo (Pritt Timothy Prodjosoemantri) Sahat tidak mungkin pulang karena tidak tega meninggalkan Pak Pomo sendirian.

Lagi dan lagi, meskipun cara Mak Domu menelpon akan mengira dapat meluluhkan hati sang anak - anak dapat pulang, ternyata rencana tersebut gagal kembali.

Malamnya, Pak Domu kembali lagi ke Lapo, seperti biasa nongkrong bersama bapak - bapak lainnya.

Seorang bapak bangga dan tertawa melihat sebuah aksi Gabe pada siaran televisi. Mereka mengakui bahwa Gabe hebat dan sudah sukses.

Lawakan - lawakan yang di lontarkan oleh Gabe, tidak jauh turun dari Pak Domu. Tetapi, Pak Domu tetap saja tidak terima, masih juga merasa gengsi dan mengatakan bahwa Gabe akan sukses jika menjadi seorang hakim atau pengacara karena ia sukses berkuliah di jurusan hukum pada universitas ternama.

Pada awal - awal film, penonton akan merasakan gelakan tawa yang terus menerus di berikan oleh para pemain.

Lagi dan Lagi, Mak Domu menjemput Pak Domu ke lapo.

Mak Domu selalu kesal jika Pak Domu terus - terusan pergi ke Lapo, seperti tidak ada kerjaan. Padahal hanya duduk - duduk saja, berminum atau bahkan bergosip.

Pada saat mereka berdua menuju arah jalan pulang, tidak sengaja di jalan bertemu dengan seorang pendeta, bergegas Pak Domu menyuruh Mak Domu untuk menggandeng tangan Pak Domu.

Seakan agar terlihat oleh pendeta bahwa mereka adalah keluarga yang harmonis.

Yaaa, pandangan tetangga dan orang lain terhadap keluarga Pak Domu dan Mak Domu ini adalah keluarga yang harmonis dan Sukses.

Sukses menyekolahkan anak - anaknya hingga ke perguruan tinggi. Dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Kembali lagi, Pak Domu memikirkan suatu cara. Mungkin saja ini adalah cara terakhir dengan harapan besar pasti berhasil.

Salah satu saran yang diberikan Pak Domu kepada Mak Domu adalah memakai alasan cerai.

Keesokannya Pak Domu dan Mak Domu mulai berakting di depan Sarma (Gita Bhebita) Seolah - olah mereka serius berantem dan Mak Domu ingin bercerai.

Mak Domu mulai membereskan pakaian ke dalam sebuah tas dan ingin pergi dari rumah tersebut. Namun Sarma mulai mencegahnya.

Di tambah Bapak Pendeta lewat dan mulai menyapa Mak Domu sehingga Mak Domu tidak jadi pergi dari rumah dan meninggalkan tas tersebut.

Seolah Sarma lah yang membawa tas itu untuk berangkat kerja.

Sarma mulai menelpon ketiga saudaranya melalui video call dan mengatakan bahwa situasi dirumah sudah dalam keadaan bahaya, mamak dan bapak mau cerai, Mak Domu hampir pergi dari rumah. Dan menyuruh mereka semua untuk secepatnya pulang.

Ternyata, cara terakhir dari Pak Domu berhasil. Mak Domu yang mendengar kabar bahwa ketiga anaknya akan pulang merasa bahagia.

Karena Mak Domu sudah lama merasakan kerinduan kepada anak - anaknya yang tinggal di perantauan.

Domu meminta ijin kepada keluarga kekasihnya untuk pulang ke Sumatera Utara, agar secepatnya membereskan masalah keluarga lalu akan melanjutkan pernikahan mereka.

Gabe yang paling sulit di beri ijin oleh sang manajer. Sebab ia bekerja di layar televisi. Terus - terusan memohon ijin kepada manajer untuk pulang ke kampung halaman karena ada urusan keluarga. 

Namun sang manager hanya memberikan waktu beberapa hari saja dan harus balik lagi untuk bekerja.

Sahat menceritakan semua kejadian kepada Pak Pomo, dan terus terang Sahat juga tidak ingin meninggalkan Pak Pomo sendirian.

Ingat banget, Pak Pomo mengatakan ini kepada Sahat "Urip Iki Urup, Urip itu Hidup, Urup Itu Cahaya. Dimana pun berada tetap memberikan cahaya" atau yang memiliki makna sebagai "Hidup itu harus bisa memberikan cahaya untuk orang lain".

Akhirnya satu persatu di antara mereka bertiga akhirnya pulang. Dan keesokan harinya Sarma menjemput ketiga saudaranya di Bandara Silangit. Bandara terdekat dari rumah mereka.

Mereka pulang bersama - sama. Di perjalanan Sarma sedikit menceritakan kejadian yang terjadi di rumah. Mereka mengatakan akan menyelesaikan masalah secepatnya dan segera kembali untuk pulang.

Setibanya sampai di rumah, Domu, Gabe dan Sahat langsung menyapa Pak Domu dan Mak Domu. Mereka melanjutkan diskusi tentang permasalahan di dalam keluarga mereka.

Akan tetapi Mak Domu dan Pak Domu masih memainkan perannya. Agar ketiga anak mereka tetap tinggal di kampung halaman hingga acara sulang - sulang pahoppu selesai.

Benar saja, keempatnya sudah melakukan berbagai cara, namun tak kunjung menemukan jalan keluar.

Kini, ke-4 nya telah berkumpul. Domu menitipkan sebuah pesan kepada Sarma, ia mengatakan "jangan lupa mikirin diri sendiri ya dek".

Menurut saya, ini paling deep banget sih. Langsung menggeletar disaat Domu bicara itu ke Sarma.

Selanjutnya, Domu mengatakan "Bapak lebih sering berinteraksi ke kau, jadi kamu tau cara bersikap, sedangkan kami sesama lelaki gak tau".

Mereka akhirnya tetap memilih tinggal sementara dan mengikuti acara sulang - sulang pahoppu tersebut.

Intinya, peran Pak Domu disini bersifat keras, semua keinginannya harus di turuti. Pak Domu merasa bahwa apa yang dilakukan adalah yang terbaik untuk keluarganya. Ia hanya mencontohkan apa yang bapaknya pak Domu lakukan, hanya itu saja.

Tak lupa, ompung juga memberikan arahan bahwa semua tidak sama, berbeda. Berikan contoh terbaik "itulah resiko menyekolahkan anak tinggi - tinggi, maka semakin tinggi ilmu yang mereka dapatkan, dan jangan disamakan dengan kita, kitalah yang harus mengerti itu".

Kurang lebih seperti itu pesan yang saya ingat dari ompung. Beberapa pesan tersampaikan membuat hati terenyuh banget dari film ini.

Puncak tertinggi pada film ini pada saat semuanya terbongkar bahwa bapak dan ibu ternyata hanya bersandiwara, dan Sarma mengetahui hal tersebut.

Ketiga anak lainnya bertanya kepada Sarma apakah hal terbut benar adanya?

Jawaban Sarma adalah YA, dan Sarma mengakui bahwa ia mengetahui bahwa bapak dan ibu hanya melakukan sandiwara.

Emosi Ibu meluap, bukan lagi melakukan sandiwara. Semua rasa emosi Ibu, Sarma dan yang lainnya ikut terkuras disini.

Bapak yang harus di turuti kemauannya, Ibu yang harus menurut, bahkan menjadi asing, dan merasa bahwa bapak tidak adil.

Sarma yang banyak memendam segalanya sendirian, namun berusaha tetap nurut dan patuh sama bapak dan Ibu.

Kepecahan ini lah yang banyak sekali membuat para penonton menangis terisak dan tersedu sedu.

Pada film ini mengajarkan, bahwa pentingnya komunikasi dalam keluarga, pendekatan dan keterbukaan.

Bagaimana seharusnya keluarga menjadi tempat pulang dan sebagai rumah. Bukan malah menghindar dari sebuah rumah.

Tapi, menurut saya, jika dalam keluarga anda mengalami hal ini. Mungkin bisa di coba dimulai dari diri sendiri yang memulai untuk mencari pendekatan dalam keluarga, agar bisa menikmati bagaimana rasanya ada di dalam keluarga yang utuh.

Sulit memang, sangat sulit sekali bahkan. Tetapi jika anda berhasil, anda sungguh luar biasa.

Karena Ibu dan Sarma sudah tinggal di rumah orang tua Ibu. Dan ketiga anaknya kembali ke perantauan. Dan hanya tinggal bapak seorang.

Akhirnya Bapak memutuskan untuk memperbaiki segala hubungan, bapak menyetujui hubungan Domu dan pasangannya.

Bapak yang tiba - tiba datang di studio Gabe pada saat live acara tv.

Dan Bapak datang ke tempat dimana Pak Pomo tinggal bersama Sahat.

Semua Pak domu lakukan untuk menjemput Mak Domu dan Sarma. Tentunya memperbaiki hubungan keluarga mereka.

Kelebihan & Kekurangan Film Ngeri - Ngeri Sedap

Untuk kekurangan film ini menurut penulis mungkin ada di bahasa. Beberapa bahasa Batak yang tidak memiliki terjemahan mungkin sedikit sulit di mengerti. Tetapi untuk penulis yang juga tinggal di Sumatera Utara sedikit memahami arti dari bahasa Batak tersebut. 

Untuk kelebihan film Ngeri - Ngeri Sedap menurut penulis secara visualisasi film ini bagus, pengambilan gambar bagus, alur cerita menarik. Bahkan saya salut sama peran Mak Domu (Tika Panggabean) make up nya ituloh pas banget.

Lokasi Syuting Film Ngeri - Ngeri Sedap

Ada yang penasaran tidak dengan lokasi syuting film-nya Ngeri - Ngeri Sedap ini. Sumatera Utara kan luas banget yaa. Terkadang ada rasa penasaran ingin mengunjungi sebuah tempat yang ada di film tersebut.

Nah, agar tidak semakin penasaran dengan film Ngeri - Ngeri Sedap ini, berikut list lokasi Syuting Film Ngeri - Ngeri Sedap.
  1. Bukit Holbung (Tertarik kemari? Klik link berikut untuk mengetahui HTM dan lokasinya KLIK DISINI.
  2. Bandara Silangit.
  3. Pasar Balerong Balige.

Sulang - Sulang Pahoppu

Sulang - sulang pahoppu merupakan salah satu tradisi adat istiadat dari Masyarakat Suku Batak yang di wariskan secara turun temurun.

Upacara sulang - sulang pahoppu adalah pengukuhan pesta pernikahan secara adat.

Pada pengukungah tersebut juga memiliki arti untuk melunasi semua hutang adat tersebut sebelum dibayar lunas terhadap pihak Hula - hula yang melaksanakan upacara adat tersebut.

Yang membedakan upacara sulang - sulang pahoppu dengan upacara adat pernikahan yaitu Sulang - sulang pahoppu dilaksanakan jika sudah memiliki keturunan.

Yang memiliki artian bahwa sudah berkeluarga dan sebelumnya sudah menikah secara agama atau pemberkatan yang di laksanakan di gereja akan tetapi upacara mengadati / Adat Nagok belum dilaksanakan.

Kamus Panggilan Keluarga Batak

Suka kepo gak sih dengan panggilan keluarga batak?

Namboru

Ada yang ingat pada film Ngeri - Ngeri Sedap, panggilan Namboru di tuju kepada siapa?

  • Namboru adalah panggilan singkat Bou (Pengaruh masyarakat kota, Bahasa Indonesia).
  • Panggilan terhadap saudara perempuan ayah.
  • Panggilan terhadap perempuan yang merupakan keturunan semarga, yang urutannya setingkat dengan Ayah.
  • Panggilan kita kepada istri dari amangboru kita

Nantulang

Bagaimana dengan nantulang? ada yang sudah tau apa itu nantulang?
  • Nantulang adalah sebutan kita kepada istri Tulang/Paman
  • Bisa juga panggilan kita terhadap orang yang lebih tua (perempuan) yang semarga dengan bibi kita.
  • Panggilan kita (laki - laki) kepada istri dari anaknya tunggane kita (istri dari tulang na poso) atau istri dari cucunya tulang (nantulang na poso)

Inang Tua

  • Panggilan terhadap istri dan saudara laki - laki yang lebih tua dari ayah.
  • Panggilan terhadap istri dari orang yang semarga dengan kita yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah, tetapi ayah kita lebih muda darinya.
  • Panggilan kepada kakak perempuan Ibu.
  • Panggilan kepada istri dari amang tua
  • Panggilan kepada ibunya ompung / ompung borunya bapak (inang tua mangulahi).

Inang Uda

  • Panggilan untuk istri dari adik laki - laki Ayah.
  • Panggilan untuk istri dari orang yang semarga dengan kita yang urutan keturunannya setingkat dengan ayah kita tetapi ayah kita lebih tua darinya.
  • Panggilan kepada adik perempuan dari Ibu, yang sering di panggil dengan sebutan tante.
  • Panggilan kepada istri dari amang uda.

Konflik & Arti Nama Anak - Anak di Keluarga Ngeri Ngeri Sedap

Waahhh nama bukan sembarang nama ya, karena nama adalah sebuah doa. Termasuk nama anak - anak di keluarga film Ngeri - Ngeri Sedap ini loh. Bukan mengambil sembarang nama, tetapi memiliki makna dan arti sendiri. Penasaran? Berikut arti nama dari Anak - anak di Keluarga Ngeri - Ngeri Sedap 

Domu

Domu - Anak Pertama
Sumber-Instagram
Domu memiliki arti sebagai Bertemu. Pada film Ngeri - Ngeri Sedap ini, Domu sebagai anak pertama atau anak sulung.

Domu bekerja di salah satu anak perusahaan, dan sudah sukses di perantauan.

Pada film ini, konflik yang di alami Domu adalah Kisah cintanya yang tidak di setujui oleh keluarga Domu. Sebab, kekasihnya merupakan orang Sunda. Sedang si Bapak Domu berharap Domu memiliki pasangan yang juga semarga agar bisa meneruskan keturunan.

Sarma

Arti Nama Sarma

Sarma adalah anak kedua setelah Domu, Sarma memiliki arti sebagai Menyebar.

Pada keluarga ini, Sarma adalah satu - satunya anak perempuan di keluarga ini. Sarma bekerja sebagai lulusan PNS di kampungnya.

Konflik yang di alami Sarma sebetulnya cukup berat mungkin lebih berat dari pada yang lainnya. Bahkan banyak para penonton yang merasakan apa yang dirasakan oleh Sarma, istilahnya "Sarma, di posisi aku banget".

Ada scene dimana Sarma Menangis mengungkapkan segala apa yang ia pendam, dan menurut penulis disinilah scene yang bikin terenyuh. Apakah menurut kalian juga demikian?

Karena hanya ia seorang yang tinggal dengan kedua orang tuanya. Sedangkan ke-tiga saudaranya sukses merantau, menggapai impian, cita - cita, pekerjaan dan juga percintaan.

Percintaan Sarma, gagal sebab Bapak tidak menyetujui hubungan mereka, hanya karena Sarma mendapatkan pasangan orang Jawa. Impian Sarma ingin berkuliah di ke juruan memasak juga gagal. ia memendam impian tersebut, agar adiknya dapat merantau.

Apa yang ia rasakan, tidak sedikitpun ada yang tahu, hanya Sarma dan Tuhan.

Gabe

Arti nama gabe
Pic by Instagram @ngeringerisedapmovie
Gabe sebagai anak ke-tiga di keluarga ini. Nama Gabe memiliki arti sebagai Sukses.

Sesuai arti namanya, Gabe sukses menjadi seorang komedian terkenal, tampil di televisi, bahkan mendapatkan job pekerjaan yang cukup banyak dan padat.

Konflik yang Gabe rasakan adalah lagi - lagi tidak mendapatkan persetujuan dari Bapak, Karena Gabe adalah lulusan Sarjana Hukum dari Universitas ternama, dan berakhir menjadi seorang komedian.

Sahat

Arti Nama Sahat
pic by Ig: @ngeringerisedapmovie
Sahat adalah anak bungsu. Nama Sahat memiliki arti sebagai Tiba / Sampai.

Sebagai anak bungsu Sahat juga memiliki konflik yang cukup berat juga. Sahat mungkin sukses dan dikenal dengan baik pada sebuah desa saat ia KKN dulu. Tetapi bapak menginginkan Sahat tetap di rumah untuk melanjutkan warisan kepada anak terakhir.

Menurut Bene Dion selaku penulis & sutradara menyebutkan bahwa mereka bertemu (di rumah) lalu menyebar (di perantauan) sampai sukses.

Kira - kira begitulah makna yang Bene Dion berikan pada film tersebut.



Sebelumnya, ada yang membuat saya penasaran hingga sekarang. 

Jika film - film lain tayang hanya dalam beberapa minggu atau hanya sebulan. Film Ngeri - Ngeri Sedap ini tayang hampir 2 bulan dan kini sudah mencapai 52 hari.

Yang bikin kaget, untuk mendapatkan sebuah tiket, di kota saya sering banget kehabisan tiket. Apakah di kota kalian sama juga?

Saya memutuskan menonton film ini pada akhir bulan Juni lalu, dan itupun syukur banget mendapatkan tiket. Selama tiga minggu berturut - turut pantengin tiket kehabisan terus.

Dan sampai hari ini saya masih aja loh melihat tiket - tiket secara online via aplikasi. Masih saja penuh dan terisi terus.

Hebat banget film ini sudah lama banget tayang di bioskop dan selalu penuh terus.

Jujur aja nih, pas mau masuk bioskop ada seorang anak mungkin usia 13 - 15 tahunan gitu deh. Ia di rangkul oleh ayahnya. Karena menangis dengan sangat keras dan tersedu - sedu.

Tentu saja semua mata tertuju padanya. Muncul dugaan sepertinya ia pasti habis menonton film Ngeri - Ngeri Sedap. Karena dugaan film lainnya tak mungkin ada yang bikin mewek dan menangis kejer seperti itu.

Cuma film Ngeri - Ngeri Sedap yang bisa menyajikan tawa di awal cerita, dan mengundang bawang di akhir film.

Walaupun menonton sambil mencatat di note handphone menurut saya film ini tidak sesedih itu, tidak seperti apa yang ada di tiktok.

Sebelum nonton, saya sudah persiapkan tisu loh. Ternyata tidak ada mengeluarkan air mata sedikitpun. Cuma yaa ada scene yang bikin deep banget. Cuma terenyuh dan akting mereka dapet banget.

Dari isi cerita, 1 sampai 10 saya memberikan nilai 9. Ceritanya sebetulnya bagus. Bagus banget malah, semua di bahas disini. Mungkin orang yang memiliki marga ada relate sekali dengan cerita yang disini, bisa jadi demikian.

Salutnya lagi sama make up nya! Bikin gagal fokus gak sih? Kalau kata Mei Mei 'aku suka, aku suka' hehe.

Begitu tanggapan saya ketika menonton film Ngeri - Ngeri Sedap di Bioskop kemarin, Bagaimana tanggapan kamu ketika melihat film Ngeri - Ngeri Sedap tersebut? Apakah mewek juga? Ayo, sharing cerita anda melalui kolom komentar di bawah.

Posting Komentar untuk "Sinopsis dan Resensi Film Ngeri - Ngeri Sedap, Film Drama Komedi Indonesia"