Resensi Novel "Melangkah" J. S Khairen

Judul Buku          : MELANGKAH

Penulis                : J.S. KHAIREN

Tebal buku          : 352 Halaman

Penerbit              : PT Grasindo

Tahun terbit       : Maret 2020

Kota Terbit         : Jakarta

ISBN                    : 9786020523316

BLURB

Listrik padam di seluruh Jawa dan Bali secara misterius! Ancaman nyata kekuatan baru yang hendak menaklukkan Nusantara.

Saat yang sama, empat sahabat mendarat di Sumba hanya untuk mendapati nasib ratusan juta manusia ada di tangan mereka! Empat mahasiswa jurusan Ekonomi ini, harus bertarung melawan pasukan berkuda yang bisa melontarkan listrik! Semua dipersulit oleh seorang buronan tingkat tinggi bertopeng pahlawan yang punya rencana mengerikan.

Ternyata pesan arwah nenek moyang itu benar – benar terwujud. “Akan datang kegelapan yang berderap, bersama ribuan kuda raksasadi kalamalam. Merka bangun setelah sekian lama, untuk menghancurkan Nusantara. Seorang lelaki dan seorang perempuan ditakdirkan membaurkan air di lautan dan api di pegunungan. Menyatukan tanah yang menghujam, dan udara yang terhampar.”

Kisah tentang persahabatan, tentang jurang ego anak dan orang tua, tentang menyeimbangkan logika dan perasaan.

bahwa, apa pun yang menjadi luka masa lalu, biarlah mengering bersama waktu.

ISI

Melangkah adalah karya ke 11 milik J. S. Khairen. Berbeda dari karya - karya yang sebelumnya, dinovel ini ia memberi sedikit imajinasi yang ia tanamkan. Terdapat 36 episode dan 5 babak.

Pada babak pertama, Novel ini sekilas membahas mengenai apa yang akan terjadi di masa mendatang. Ya, bisa dibilang alur ini mundur dulu baru maju. Dan sudah pasti di bab selanjutnya alur berjalan maju. Jika dikarya yang sebelumnya J.S. Khairen memperkenalkan mahasiswa dari kampus Udel. Tapi tidak pada novel melangkah ini, di novel ini kamu akan dipertemukan dengan karakter 4 orang mahasiswa yang unik, tentunya jago silat ya. Ke empat mahasiswa tersebut bernama Siti, Aura, Arif dan juga Ocha. 

Siti si anak ayah yang jago silat dan sudah mendapatkan 37 medali, Arif juara silat kedua dan pemberani, Ocha yang bukan hanya pandai ilmu ekonomi namun juga diam - diam ia jago silat. Oh iya, ada lagi sih mahasiswa lainnya yaitu geng tajir atau biasa disebut dengan GTR. Jikalau mau tau siapa geng tajir itu, ya dicoba aja dibaca bukunya.

Petualangan ke empat mahasiswi itu dimulai saat rencana ingin liburan ke kampung halaman Aura, yaitu berada di daerah Sumba. Namun sejak awal rencana kepergian mereka, hal - hal aneh mulai muncul. Termasuk tragedi yang terjadi di pesawat, pemadaman listrik hingga hal - hal mistis ketika berada di Sumba. 

Novel ini juga menyinggung bagaimana rakus dan serakahnya manusia terhadap listrik dan dunia. Meski hanya sebuah fiksi, namun terdapat pesan yang sebenarnya ingin disampaikan kepada masyarakat luas. Bukan hanya itu saja, di buku ini juga terdapat dialog antara seorang anak dan ayah yang memberi taktik bagaimana caranya seorang anak bernegosiasi kepada ayahnya. Jadi jika kamu berkata novel "Melangkah" ini adalah novel percintaan dengan kegalauan melupakan sosok sang mantan. Mungkin kamu belum pernah membaca blurb ataupun tanpa pernah mencari tau apa sebenarnya isi dari novel ini.

Perasaan yang didapat begitu selesai membaca novel melangkah: ada sebuah kalimat yang sangat melekat di ingatan kepala saya. Sembari membacanya diri ini merasa tertampar. Pada bab 11 – Pintu Bandara

Berhasil melakukan negosiasi dengan orang tua, dengan tidak menyakiti setitik pun hati mereka, adalah salah satu kesuksesan paripurna seorang anak. Tidak selamanya kita akan hidup bersama mereka. Masa depan dikayuh dengan peluh dan restu yang utuh”.
Paling sangat suka dengan bab ini, tak heran jika berulang kali dibaca pun tak akan bosan. Buku ini sebagai buku pertama yang membahas konflik anak dengan orang tuanya sendiri yang pernah saya temukan.

Apa ada perubahan  setelah membaca buku Melangkah :

Eps. 24 pada Quotes “Jangan diam. Tidak ada perjalanan yang sia – sia. Tapi rintangannya menyimpan dua kemungkinan ; mempertemukanmu dengan orang baru, atau jati diri yang selama ini kau cari”.

      Pada bab ini Siti, Aura dan Arif saling menyemangati satu sama lain, saling menopang tangan, tak ada kekecewaan dan terus mencari jalan keluar. Mungkin saya pribadi tidak mempunyai rekan seperti mereka. Tapi saya punya semangat seperti mereka. Iya, tentang Quotes, Jangan diam, jangan hanya diam saja. Quotes ini sangat membantu untuk saya agar mampu melangkah lebih laju lagi.

KELEBIHAN

  • J. S. Khairen memang sosok penulis yang sangat berkarakter sehingga hal tersebut sangat tampak dari gaya tulisan yang disajikan pada novel Melangkah. Gaya penulisannya yang begitu khas dan menarik sudah sangat mengakar pada semua karyanya.
  • Di dalam novel Melangkah J. S.Khairen tetap menghadirkan sosok bu lira yang tentunya sangat tidak asing pada si merah dan si kuning. tentunya sosok ibu dosen yang satu ini pasti sangat tidak asing jika kita sudah membaca karya - karya milik J. S. Khairen yang sebelumnya
  • Novel ini juga memperkenalkan ciri khas dari Sumba, baik itu dari kain tenun maupun keindahan yang dipaparkan dapat tergambar dipikiran
  • Menyajikan taktik silat yang cukup bisa di praktikkan
  • Dan paparan ilmu ekonomi yang sangat mudah dipahami dan menjadikannya sebagai ilmu baru

KEKURANGAN

  • Pada babak pertama, alur sedikit cukup membosankan. Tapi tidak pada babak selanjutnya
  • Ada beberapa bagian yang tiba - tiba saja muncul, termasuk pada saat pertarungan diakhir.
  • Pada beberapa bab terdapat pengulangan kata sehingga mengakibatkan terjadinya pemborosan kata

Buku ini sangat direkomendasikan untukmu, Serius. Karena novel ini bercerita tentang Petualangan 4 orang mahasiswa yang memiliki keaneka-ragaman sifat, sikap dan tentunya budaya. 

Singkat Cerita

J.S. Khairen adalah penulis yang menduduki kursi pertama pada daftar penulis favorit saya. mengenal tulisannya pada akhir 2019 lalu di sebuah media sosialnya, saya tertarik untuk membeli karyanya. Sebuah buku yang berjudul "Melangkah".

Tentunya, tepat akhir maret lalu, setelah mantap resign dari pekerjaan saya dan ingin kembali ke kampung halaman, saya menyempatkan ke gramedia Gajah mada di Medan hanya sekedar ingin membeli buku J.S. Khairen yang berjudul "Melangkah".

Entah apa yang membuat saya jatuh cinta disetiap bait kata yang dituliskan pada bukunya, J. S. Khairen mampu menghipnotis pembaca agar mampu mengingat siapa saja tokoh - tokoh yang berada dalam bukunya tersebut (ini NYATA).

Dan tak kalah unik, dari judul - judul bukunya yang memang sangat tak asing apalagi jika bukan si merah dan si kuning, dan kini, bertambah lagi dengan kehadiran si biru. Meski hanya memiliki satu buku fisik milik J.S Khairen, semua tak mengurungkan niat saya untuk tetap menikmati karyanya pada sebuah e-book yang dia bagikan di play book agar meringankan pembaca - pembacanya (seperti saya contohnya).

Di bulan Mei lalu, akhirnya saya mendapatkan ke tiga tulisan nya di play buku seperti "Kami Bukan Sarjana Kertas", "Kami Bukan Jongos Berdasi", "Igauan Kita", dan yang terakhir dan sedikit cukup sedih sebab tak bisa mendapatkan buku fisiknya, maka saya menikmati "Kami Bukan Generasi Bacot" melalui play book juga.

Tetapi tak hanya itu, J. S Khairen juga mampu membuat saya berhasil untuk mendownload tik tok, hanya sekedar untuk melihat karyanya pula, tahu kah? J. S. Khairen membagikan infromasi seputar kepenulisan, seperti rahasia menulis novel/cerpen, cara menjadi penulis novel dan banyak hal lainnya tidak jauh seputar kepenulisan. Tentunya pula tak jauh dari tulisan yang diketik dengan mesin ketik nya itu.

Baik, jika saya simpulkan sekali lagi. Setiap penulis mempunyai ciri khas nya masing - masing, dan J. S Khairen mempunyai ciri - ciri yang sebagai berikut:

  • Judul buku yang menarik dan mudah di ingat
  • Berhasil memperkenalkan tokoh - tokoh pada bukunya hingga melekat di kepala
  • Quotes dengan mesin ketik
  • RAMAH

Ini yang saya maksud, beliau sendiri memang terkesan ramah, dan sebisa mungkin membalas cuitan di twitternya.

Harapan kepada J.S. Khairen : Among other writers, you are the number one writer I like the most. Kenapa? Dari segi pemberian judul buku yang unik, seperti judul buku “Kami Bukan”, prakata yang mudah dipahami. You are my role model. Saya selau menunggu karya terbaru miliknya. Meski di kota saya tidak ada gramedia. Tapi ia memudahkan pembacanya untuk tetap bisa menikmati karya dalam bentuk e-book di playbook. Thankyou.

Karena saya sangat menyukai karya J. S. Khairen Maka dari itu saya mencari karya – karya nya dan karya lainnya hingga membuat saya jatuh cinta. Tentu saja, tak pernah lupa untuk memperkenalkan karya – karya nya kepada teman – teman kampus, sahabat karib maupun teman media online. Bahwa karya J.S Khairen memang semuanya recommended sekali.

Sebuah kumpulan cerpen yang akan keluar pada desember 2020 atau akhir tahun ini, sangat saya tunggu. Tentunya juga dengan sambungan dari novel Melangkah, yaitu “Berlari”. Dipastikan akan mendapatkan buku fisik untuk kedua karya diatas.

Kepada abang J. S. Khairen, terima kasih telah melahirkan karya – karya mu. Membuat rasa percaya diri saya nambah dalam menciptakan karya juga. Thankyou my inspiration.

Jika kamu menganggap tulisan saya ini terlalu lebay, mungkin kamu belum pernah bertemu dengan tulisan – tulisan milik J. S. Khairen, yang akan membuatmu jatuh cinta setelah membaca karya miliknya. 

Untuk mendapatkan buku fisik karya J.S. Khairen, kamu bisa menemukannya di toko offline, seperti Gramedia. Namun jika dikota mu tidak tersedia gramedia seperti kotaku, kamu bisa membeli nya dengan online, sebab J.S. Khairen juga menyediakan buku online berupa e-book yang bisa kita dapatkan di google play book. Cara menemukannya di e-book kamu cukup ketik saja nama J.S. Khairen maka akan tampil semua karya karya miliknya. Tentunya, dengan harga yang berbeda dan lebih murah. Fyi, lagi ada promo juga loh di e-book miliknya, Ayooo ih gercep dong. Untuk pembayaran di google play book, cukup bervarian yaa tentunya juga mudah. Ingat, jangan beli buku bajakan yaa.

Jadi, sebelum terlambat untuk jatuh cinta pada karyanya, cobalah dari sekarang untuk mengintip sosial media miliknya. Mungkin kamu akan pensaran dengan karya – karya. atau bahkan akan jatuh cinta pada karyanya pula?

Selamat jatuh cinta pada karya - karya J.S. Khairen..

Penulis : Ismayanti Afrina Putri

Posting Komentar untuk "Resensi Novel "Melangkah" J. S Khairen"