Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Usia 24, di 12 April 2022

Usia 24


Kalau lagi ngobrol dengan seseorang, scroll social media, atau mendengar kata Usia 24. Apa yang kamu pikirkan?

Tunggu dulu!

Dulu, jauh sebelum usia ku menuju 24, mungkin masih 20-an. Aku pernah bertanya ke diri sendiri. Usia 23, aku gimana ya? Usia 24 aku bagaimana? Apa ceritanya? Apa saja yang di lalui? Bagaimana dengan target - target yang aku pasang?

Lalu... bagaimana dengan pasangan?
Hussshhh... Nanti dulu

Hemm, adakah yang sama dengan ku? Atau... aku overthinking yang berlebihan banget ya?

Tapi, ini lah aku. Sudah tiga tahun terakhir, disetiap tahunnya menuju usia yang baru aku selalu bertanya beberapa hal ke dalam diri sendiri. Contohnya ya begini :

"Selama setahun terakhir, aku bisa apa?"
"Selama setahun terakhir, apa saja ya yang sudah aku perbuat?"
"Selama setahun terakhir, aku sudah mengeluarkan karya apa saja?"
"Apa yang harus aku ubah?"
"Apa yang harus aku tinggalkan?"
"Apa yang harus aku tingkatkan?"
"Kedepannya aku punya rencana apa?"
"Ibadahnya gimana? Ayo lebih di tingkatkan lagi".

Bulan sebelum april, akan ada alarm yang selalu menanyakan "Kita, sudah ngapain aja setahun terakhir?"

Alarm pengingat diri, tetapi otomatis. Tiba - tiba saja tuh disetiap sebulan atau dua bulan menuju usia yang baru, selalu terlintas.

Adakah yang sama?

Bisa di katakan, ini lah aku. Aku yang suka meng-upgrade diri, di setiap tahunnya. Mencatat dan mengabadikan lewat tulisan.

Biar sekaligus tulisan ini menjadi pengingat bagi ku, aku akan menuliskan hal apa saja yang telah aku lalui selama setahun terakhir dari umur 23 hingga menuju Usia 24.

1. Tawaran Kerja Sama

Aku merasa di usia 23 menuju usia 24 ini penuh dengan rezeki yang terus mengalir. Hal yang sama sekali tidak terbayangkan oleh ku, berasa nyata banget. Ini adalah salah satu rezeki yang di titipkan tuhan untukku, dan juga doa melalui orang tua.

Tawaran kerja sama dari brand untuk blog dan juga instagram terus berdatangan. Disini, rasa syukur yang aku punya bertambah berkali - kali lipat.

Karena, yang aku rasakan sebelum di usia 23, wajah ku penuh dengan jerawat dan uang ku habis untuk membeli setiap produk skincare dari satu ke lainnya. Sekarang, Tuhan ganti dari satu brand ke brand lain.

Tetapi, disitu aku merasa, Allah itu ganti semua yang aku punya dengan rezeki berkali - kali lipat. Maka dari itu rasa syukur ku juga bertambah sama seperti yang Allah titipkan.

Bahkan, untuk keuangan aku terbantu dari tawaran kerja sama ini.

Tidak pernah terbayang, kalau dari karir menjadi penulis membawa langkah sejauh ini. Ini sih sebetulnya belum seberapa ya. Tapi, kecil pun itu bagi ku, pasti rasanya syukurnya besar sekali.

2. Adsense di Banned

Tidak tau lagi mau bilang apa, tetapi menurut ku ini adalah hal yang paling menyebalkan dan bikin sedih. karena iklan ku lagi - lagi di batasi.

Iya, kemarin adalah kali kedua iklan ku di batasi. Galau merana sekali pemirsa.

Ketika blogger mengandalkan adsense sebagai suatu pendapatan utama, tiba - tiba di batasi jadinya kayak down gitu sih. Tetapi tidak tau yang lain bagaimana.

Karena untuk kali ini, iklan yang di batasi lebih dari satu bulan. Dimana, yang kita tau ya iklan itu di batasi dengan kurun waktu satu bulan atau 30 hari. Tapi ini, lebih dari 30 hari, melainkan selama 5 bulan iklan sama sekali tidak tayang.

Aku berharap kalau ini yang terakhir, jangan sampai lagi.

Konon katanya, ada yang bilang begini "Makanya jangan cuma mengandalkan adsense, menjadi blogger itu banyak kok pemasukan, seperti program affilate atau afiliasi, tawaran kerja sama, content review, content placement dll."

Benar emang, aku juga tidak menyalahkan pendapat orang lain. Kan orang lain juga mempunyai hak untuk berpendapat, dan aku tidak melarang itu.

Inilah salah satu resiko menjadi seorang blogger yang mengandalkan pemasukan lewat adsense semata.

3. Kembalinya Teman Lama

Di awal tahun 2020 lalu, aku kehilangan salah satu teman, sahabat yang sudah kayak keluarga sendiri. Seperti kakak sendiri. Karena dulu ya, waktu nge-kost bareng, pergi ke kampus juga sama, kemana - mana sama. Kita terlalu banyak meninggalkan rekam jejak ingatan yang positif, dan kita berakhir riuh dengan emosi masing - masing karena orang lain.

I'm Happy, karena usaha ku dalam menghubungi dia melalui ponsel teman - teman ku yang lainnya. Akhirnya dia membuka blokir semua sosial media.

Aku menghubungi nya kembali, ku sampaikan kata maaf, dan kita kembali berteman bertiga seperti dulu lagi.

Ini berasa mimpi, kehilangan teman, sekaligus bisa baikan lagi. Tidak akan pernah mau kehilangan seorang teman untuk ke dua kalinya lagi.

Dan yang aku dengar dari orang - orang, katanya kalau pertemanan itu baik - baik saja, tidak ada berantem nya, tidak akan lengkap. Dan mungkin itu yang terjadi pada pertemanan kami. Doa ku untuk ini masih sama seperti dulu, semoga pertemanan kita selamanya

4. Menjadi Volunteer di Bloggercrony

Menjadi salah satu volunteer di acara Blogger Day 2022 kemarin adalah salah satu kesempatan yang beruntung banget untuk aku. Jujur, disini aku mendapatkan ilmu baru. Dan ini adalah pengalaman ku pertama kali untuk bergabung dengan rekan - rekan baru.

Sebelumnya, aku hanya mengikuti event dari kampus itupun offline. Setelah tamat, eh pandemi. Segala aktivitas ya mau tidak mau dilakukan secara virtual.

Setahun ngeblog, belajar otodidak, benar - benar mandiri. Karena aku belajar blog cuma mengandalkan youtube. Jadi setahun ngurus blog sendiri, cari info di youtube dan grup facebook. Setahun kemudian aku mengalami peningkatan untuk bergabung dengan komunitas blogger. Salah satunya ya Bloggercrony ini. Jadi dapat di katakan, bergabung dengan komunitas blogger baru setahun terakhir, tetapi bergabung dengan Bloggercrony ya baru - baru saja.

Selama kegiatan berlangsung, dari acara itu ada yang berkesan bagi ku.
  • Aku salut dengan semangat dari founder Bloggercrony, salah satunya mbak wawa. Benar - benar energic banget, bagaimana untuk terus dan terus membangkitkan komunitas ini. Vibesnya betul - betul postive banget.
  • Ilmu baru, seperti yang aku katakan. Ini event perdana yang aku lakukan secara virtual. Yang biasanya cuma jadi peserta, eh ini panitia acara. Benar - benar banyak hal baru yang aku dapat, dan tidak bisa dijelaskan satu persatu.
Setelah event usai, kami juga mendapatkan tawaran tak terduga. Tetapi sayangnya, aku belum bisa memilih itu walau sebetulnya ingin. Semoga kedepannya aku masih bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

5. Menjadi Volunteer di BloggerHub

Selepas menjadi volunter di Bloggercrony, aku juga terpilih menjadi seorang volunteer di BloggerHub, ini masih mau berjalan. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk komunitas ini.

Bloggerhub ini, adalah salah satu komunitas yang aku ikuti pertama kali ketika aku setahun menjadi blogger dan sebelum bergabung di komunitas lainnya. Bisa dikatakan, yang membimbing aku pertama kali mendapatkan ilmu baru ya, di komunitas ini.

Entah kenapa, aku senang sekali dapat menjadi bagian dari sini. Semoga aku bisa berpartisipasi dan meninggalkan jejak yang baik.

6. Bergabung di Komunitas Blogger Sumut

Setelah berbulan - bulan cuma pantengin akun instagram-nya Blogger Sumut. Akhirnya aku bisa mengikuti kelas yang diadakan sebulan sekali itu secara tatap muka.

Jujur, rasanya pengin sekali aku menangis. Duh, cengeng! dikit - dikit nangis ya. Tapi lebih ke terharu sih. Karena setahun ke belakang cuma ikut komunitas dan ngumpul bareng blogger cuma via online, bertatap muka cuma via layar laptop ataupun handphone. Eh tapi ini, ketemu langsung dengan para blogger daerah di daerah sendiri.

Disini, aku banyak dapat ilmu baru juga, bahkan vibes yang aku dapat setelah pulangnya. Aku merombak blog aku yang satunya, yaitu iaputri.id yang sebelumnya hanya berisi curahan hati dan kumpulan tulisan - tulisan pendek, kini aku alih fungsikan menjadi beauty blogger.

Karena berkesinambungan dengan aku yang sekarang suka nge-review produk. Biar blog itu tetap hidup dan tidak mati.

Gila, vibes nya berpengaruh banget kan ya?

Sudah, yang aku masih ingat untuk saat ini ya, cuma 6 point itu saja yang masih melekat banget dalam ingatan.

Walau sebetulnya, masih ada hal baik yang ingin aku tuliskan, ingin sekali aku abadikan. Namun aku sadar, itu adalah konsumsi pribadi.

Di balik itu, aku ingin sekali menuliskan sebuah pesan, dari aku teruntuk dirinya.

Hari ini, tepat 12 April 2022. Di usia aku yang baru, ada hal juga yang ingin aku sampaikan untuk seseorang yang telah ku tunggu kurang lebih selama 10 tahun lamanya.

Dear A, tepat di hari ini kita berpapasan lagi di jalan. Aku kira tak akan bisa lagi melihat mu, meski hanya sekadar berpapasan dijalan.

Di hari itu, aku melihat mu membonceng ibumu  dan kau memakai masker hitam. Benarkah itu kamu?
Ketika pertama kali melihat mu, yang terlintas di pikiran ku.

Aku tersenyum dan berkata :

"ini selesai! Iya, waktu ku sudah selesai. Selesai sudah aku menunggu mu selama 10 tahun lebih. Aku tidak menemukan jawaban sama sekali. Entah apa yang membuat mu menjauh, entah apa yang membuat ku terus mencari mu, entah apa yang terus membuat aku masih menunggu mu sampai saat ini. A, kini usai. Maaf aku yang masih menunggu mu. Maaf atas pengharapan ku tentang mu akan kembali. Aku sudah menemukan seseorang yang menurutku aku berhenti di dia. Jadi, lebih baik aku usai kan tentang aku dan kamu di hari ini. Tidak akan lagi aku berharap untuk bertemu walau sekadar berpapasan di jalan. Tidak akan lagi aku berharap untuk berbicara sekadar bertanya kabar. Aku katakan kita usai, dan kita selesai. Terima kasih untuk waktu dan kenangan kita dulu. Aku benar - benar berhenti".
Setiap usia, kita memang memiliki cerita versi kita sendiri. Dan dari usia 22 aku sudah mengabadikan setiap momen nya pada blog - blog ku ini sampai saat ini.

Usia 23 banyak mengajarkan aku banyak hal dari pribadi, pertemanan, keluarga, pasangan, dan juga pekerjaan.

Kini, aku menapaki usia 24. Dimana aku harus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Entah gift apa yang akan di berikan tuhan kedepannya untukku. Yang pasti Allah terus bersama ku.

Di balik itu, kalian harus banget lihat postingan reels instagram aku yang ini, silakan klik di bawah untuk melihat.

Aku menyambut usia 24 dengan warna kuning cerah, aku memberi caption dengan "Yellow, Me and April"

Kalau singgah, silakan tinggalkan jejak like dan juga komentar pada kolom postingan instagram reels diatas ya

Entah apa yang ada di pikiranku. Sebelumnya, aku mendengar lagu Sundial - 24 di sosial media. Aku dalami setiap liriknya. Ah, kenapa ini tepat sekali untuk usia 24. Coba deh dengarkan.

Aku merasakan bahwa untuk saat ini, Usia 24 adalah waktu yang tepat untuk memposting video dengan lagu ini. Setelah 6 bulan lamanya ingin sekali aku posting lagu yang sangat mewakili kondisi saat itu.

Tapi ya begitu, disetiap tahun aku selalu memberi hadiah ke diri aku sendiri, terutama di hari birthday.

Sekian sudah, curhatan dari Pohon Ketela di usia 24. Cerita ini hanya moment pribadi yang akan abadi.

Siapapun kamu yang membaca tulisan ini hingga akhir, aku ucapkan terima kasih.

Semoga kita selalu diberikan rezeki baik, teman yang baik, dan segala hal - hal baik akan datang ke kita.

Seberapapun usia mu saat ini, jangan pernah menyalahkan tuhan, perbaiki diri, ubah diri menjadi lebih baik, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Lihat dan pedulikan orang yang berada di sekelilingmu saat ini.

2 comments for "Usia 24, di 12 April 2022"

  1. selamat ulang tahun mbak, panjang umur.
    baidewei aku ketinggalan video reelsnya berati hehehe
    aku dulu waktu usia 20an, pernah berpikir seperti itu
    ngebayangin misal nanti umur 25 apakah aku sudah jadi wanita karir yang super sibuk, apakah sudah bisa begini begitu
    kalau diinget inget lagi mungkin aku berpikir kurang "berjuang" sama cita cita zaman dulu


    wahhh kemarin ikutan jadi volunter mbak, aku ga ikutan, soalnya masih ragu takut ga bisa memenuhi hasil rapat tim. Jadwal agak padat soalnya
    semoga bisa ikutan kalau ada lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak

      Wahh, berarti bukan cuma aku sendiri yg berpikir tentang masa depan seperti itu.

      Delete