Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kenali Toxic Positivity Disekitarmu, Sumber Buku Vibes Positivity

 

Gambar : @iaputrii_

“sudah jangan sedih, cerita gue lebih sedih, jadi kamu harus kuat”
“sudah ah jangan pikir negatif terus”
“banyak yang lebih dari kamu”
"Beruntung sekali aku tidak seperti kamu"

Loh, positivity tapi kok toxic? Emang ada ya? Bukannya semua hal yang positif itu bagus, kok malah jadi racun? Bagaimana bisa?

Toxic positifity adalah ungkapan kata atau kalimat yang mengandung unsur positif hanya saja terlalu fokus pada hal – hal emosi positif sehingga memicu kehadiran emosi negatif. Tertuju dengan hal yang berbau positif dan menolak emosi negatif dalam masalah hingga mengakibatkan emosi semakin membesar.

Toxic positivity ini sering terjadi disaat ada teman yang sedang curhat, atau tengah merasakan resahnya kegalauan dalam hati. Tak banyak dari kita kadang hanya butuh di dengarkan saja, Ingat di dengarkan saja, ada dari kita hanya butuh menangis sederas – derasnya, ada pula dari kita yang hanya butuh pelukan atau hanya sekedar sandaran di bahu.

Ucapan yang kita berikan memang bersifat positif, tapi bukan itu yang di inginkan, ucapan yang seharusnya tidak tepat pada waktunya untuk dilontarkan.
 
Toxic positivity ini sering terjadi, yang pada suatu waktu kita sedang menghadapi masalah tetapi memaksakan diri untuk tetap tersenyum, kembali ceria seperti tidak ada beban masalah apapun. Di balik itu semua masalah menumpuk, kamu membiarkannya dengan senyuman keterpaksaan yang tak bagus untuk kesehatan mental mu bahkan seringnya bergumam dalam hati dengan rasa kesal. Sudahlah, jangan terlalu menumpukkan masalah dalam beban pikiran, coba saja beri ruang waktu untuk menenangkan diri dan pikiran, mungkin saja butuh itu. Agar diri kembali menjadi stabil.

Tapi banyak juga yang tidak sadar bahwa ucapan yang kamu kira positif malah berujung jadi boomerang, sepertinya kita harus untuk memulai lagi bagaimana caranya mengenali situasi, bagaimana kita harus bertindak, bagaimana kita harus menyikapi keadaan.

Kita yang tidak sadar mengenai toxic positivity harus memulai untuk belajar mengenalinya, bahkan sebagai pendengar yang baik pun sekarang rasanya terlalu berhati – hati sekali jika ingin memberikan solusi atau saran, takut akhirnya jika berujung menjadi toxic.

Ingin mendukung, tapi dukungannya malah memberikan kesan yang berujung ancaman. Ingin support, tapi support-nya malah terkesan menjatuhkan. Iyaa niat nya baik, dukungan dan support positif, tapi bisa saja cara bahasa kita yang salah hinga tidak bisa diterima olehnya. Toxic positivity ini tidak bisa kita tebak, tidak bisa kita baca. Tetapi harus kita pahami, harus kita mengerti, dan pandai mengontrol diri, menggunakan bahasa yang tepat agar tak berujung toxic positivity.

"Aku belajar beberapa hal mengenai berbicara. Katanya, berbicara itu akan menunjukkan kualitas diri. Makanya aku hati – hati dalam berbicara" -PohonKetela

Beli buku Toxic Positivity  karya Pohon Ketela, sekarang juga hanya di SHOPEE Klik Disini

Post a Comment for "Kenali Toxic Positivity Disekitarmu, Sumber Buku Vibes Positivity"