Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Penggunaan Pupuk Hayati KOBER dari TreniNet yang Sangat Multifungsi bagi Kehidupan


KOBER berbahan aktif mikroba indengenous asli Indonesia ramah lingkuan juga tidak berpotensi merusak linkungan (tidak patogen dan tidak mengandun logam berat As, Pb, Hg, Cd serta bakteri Samonella sp dan E-Coli).

KOBER telah dipersiapkan dan dirancang guna mendukung / menunjang pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan agar berkelanjutan.

Bahwa perpaduan KOBER dengan pupuk kimia / kompos / kandang akan selalu dicari dan dibutuhkan petani karena sudah terbukti dan teruji (produktifitas maximal / optimal, produk bermutu tinggi dan berstandart organik.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KOBER

  1. Hasil panen akan meninkat 20% s/d 50% dari biasanya ( menjadi optimal).
  2. Pengunaan pupuk kimia / kompos / kandang lebih hemat sampai dengan 50% dari biasanya.
  3. Mampu memecah pestisida (residu s/d 0%) dan mengurangi tumbunya gulma untuk kelompok tanaman perdu.

PRINSIP APLIKASI KOBER

  1. Encerkan 1 s/d 6 liter KOBER dengan 50% s/d 200 liter air diamkan beberapa  saat baru dipergunakan.
  2. Alternative aplikasi (Tanaman Semusim)

a.       Alternatif I

Berikan KOBER 5 s/d 6 liter pada pangkal atau barisan tanaman pada umur 12 s/d 25 hari setelah tanam.

b.      Alternatif II

Berikan KOBER 2 s/d  liter pada lahan atau tanah setelah diolah 1 s/d 2 hari sebelum ditanami dan berikan lagi KOBER 3 liter pada pangkal atau barisan tanaman 1,5 s/d 2 bulan setelah tanam. (Dua kali Aplikasi).

3.          3. Alternatif aplikasi (tanaman non semusim)

a.       Alternative I

Berikan KOBER 1 s/d 3 liter pada pangkal tanaman setiap 2 s/d 3 bulan sekali.

b.      Alternatif II

Berikan KOBER 1 s/d 3 liter pada 4 buah lubang buatan di seputar pohon (4 arah mata angin). Setiap 2/ bulan sekali, diameter lubang 5 cm kedalaman 30 cm.

APLIKASI KOBER PADA TANAMAN
(Kurangi pupuk kimia/kompos/kandang s/d 50%)

PENGGUNAAN PADA TANAMAN PADI
Altrnatif A
  1. siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada permukaan tanah secara merata 1 s/d 2 hari sebelum tanam (2- liter KOBER).
  2. siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman saat umur 40 s/d 45 hari (3 liter kober) .
Alternatif B
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah di encerkan (5 - 6 liter KOBER) pada barisan tanaman pada saat umur 20 s/d 30 hari.
PENGGUNAAN PADA TANAMAN KACANG TANAH, KENTANG, UMBI - UMBIAN, TOMAT, CABAI DAN KEDELAI
  1. Kebutuhan dosis perhektar tanaman 5 s/d 6 liter KOBER / sekali tanam (Musim tanam).
  2. Encerkan 2- liter KOBER dengan 50 s/d 100 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  3. Sekali penyiraman/penyemprotan diperlukan 2 s/d 3 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman.
  4. Penyemprotan dilakukan 1 atau 2 kali aplikasi.
Cara Penggunaan
Alternatif A
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah di encerkan pada barisan tanaman saat umur 7 s/d 10 hari (2 s/d 3 liter KOBER).
  2. Siramkan / semprotkan larutan yang telah di encerkan pada barisan tanaman saat umur 40 - 50 hari (3 litr KOBER).
Alternatif B
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah di encerkan (5-6 Liter KOBER) Pada barisan tanaman pada saat umur 20 s/d 30 hari.
PENGGUNAAN PADA TANAMAN SAYUR - SAYURAN
  1. Kebutuhan (dosis) perhektar tanaman 4 s/d 5 liter KOBER untuk satu musim tanam.
  2. Encerkan 2 -  liter KOBER dengan 50 s/d 100 liter air diamkan beberapa saat baru di pergunakan.
  3. Sekali pnyiraman / penyemprotan di perlukan 2 - 3 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman.
  4. Penyemprotan dilakukan 1 atau 2 kali aplikasi.
Cara Penggunaan
Alternatif A (umur tanaman s/d 70 hari)
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah di encerkan pada barisan tanaman / kecambah pada saat umur 7 - 10 hari (2- liter KOER).
  2. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman umur 30 - 40 hari (2 - liter KOBER).
Alternaitif B (umur tanaman s/d 45 hari)
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah di encerkan pada barisan tanaman / kecambah pada saat umur +12 hari.
PENGGUNAAN PADA TANAMAN JAGUNG, TEMBAKAU, SEMANGKA DAN MELON
  1. Kebutuhan (dosis) perhektar tanaman 6 s/d 7 liter KOBER/sekali tanam. (Musim tanam).
  2. Encerkan  - 4 liter KOBER dengan 50 s/d 150 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  3. Sekali penyiraman / penyemprotan diperlukan 3 s/d 4 liter KOBER untuk 1 hektar tanaman.
  4. Penyemprotan dilakukan 1 atau 2 kali aplikasi.
Cara Penggunaan
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman / kecambah pada saat unur 7 s/d 10 hari (3 - 4 liter KOBER).
  2. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada barisan tanaman saat umur 5 - 45 hari (4 liter KOBER).
PENGGUNAAN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT, KARET, SENGON, KOPI, COKLAT, JAMBU, JERUK, APEL DAN MANGA DAN LAIN - LAIN
  1. Kebuuhan (dosis) perhektar tanaman 8 s/d 12 liter KOBER per tahun.
  2. Encerkan  - 4 liter KOBER dengan 50 s/d 150 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
Cara Penggunaan untuk Pembibitan
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada kecambah tanamam pada saat umur 10 s/d 15 hari (1-2 liter KOBER untuk 300 - 400 pohon).
  2. Selanjutnya lakukan pemupukan setiap 1 sampai 1 bulan dengan dosis yang sama.
Cara Penggunaan Tanaman Dewasa (Sudah Produksi)
  1. Buat 4 lubang ( 4 arah mata angin ) dengan jarak 1,5 meter dari pohon dan kedalaman 0 cm, diameter 5 cm - 10 cm.
  2. Encerkan 2-3 liter pupuk KOBER dengan 100 - 125 liter air. Isi setiap luban yang sudah dibuat dengan 250 ml larutan pupuk.
  3. Ulangi setiap 2 s/d 3 bulan sekali.
PENGGUNAAN PADA TANAMAN HIAS DAN OBAT
  1. Encerkan 1 - 2 liter KOBER dengan 50 - 150 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan (untuk 1 hektar tanaman).
  2. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada tanaman setiap 15 s/d 45 hari.
PENGGUNAAN PADA TANAMAN TEBU DAN PISANG, PEPAYA DAN LAIN LAIN
  1. Kebutuhan (dosis) perhektar tanaman 6 s/d 7 liter KOBER.
  2. Encerkan 1 - 2 liter KOBER dengan 100 - 200 liter air, diamkan beberapa saat baru dipergunakan.
  3. sekali penyiraman / penyemprotan diperlukan 1 - 2 liter KOBER untuk 1 hktar tanaman. Stiap 1,5 s/d 2 bulan.
Cara Penggunaan
  1. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada tanaman pada saat umur 10 hari (1 - 2 liter KOBER).
  2. Siramkan / semprotkan larutan yang telah diencerkan pada pangkal tanaman atau barisan tanaman. Setiap 2 s/d 3 bulan Sekali.


APLIKASI KOBER PADA HEWAN TERNAK

Dosis dan Aplikasi pada Hewan Besar
(Sapi, Kerbau dan lain lain)
  1. Dosis 8 s/d 12 ml (1 tutup botol) 1 kali sehari.
  2. Larutkan 8 s/d 12 ml KOBER denan 5 s/d 6 liter air jika diminumkan
  3. Larutkan 8 s/d 12 ml KOBER dengan 1 liter air jika dicampurkan pada makanannya.
  4. Berikan KOBER setiap siang atau sore hari sejak hewan tidak menyusui lagi pada induknya
Dosis dan Aplikasi pada hewan kecil (kambing, kijang)
  1. Dosis 3 s/d 4 ml (1/4 tutup botol) 1 kali sehari
  2. Larutkan 3 s/d 4 ml KOBER dengan 1 s/d 2 liter air jika diminumkan
  3. Larutkan 3 s/d 4 ml KOBER dengan 0,5 liter air jika dicampurkan pada makanannya.
  4. Berikan KOBER setiap siang atau sor hari sejak hewan tidak menyusui lagi pada induknya.
Dosis dan Aplikasi pada Hewan Unggas
(Ayam, Bebek, Itik dan lain - lain)
Dosis anjuran per 1000 ekor (untuk pagi dan sore hari) 2 kali aplikasi
  1. Minggu: 60 ml KOBER dilarutkan dengan air 70 liter
  2. Minggu II : 70 ml KOBER dilarutkan dengan air 80 liter 
  3. Minggu III dst : 80 ml KOBER dilarutkan denan air 90 liter
Aplikasi
  1. KOBER diberikan setiap pagi dan sore hari (sesuai dengan dosis anjuran)
  2. Pemberian KOBER diihentikan (tidak diberikan lagi) 10 hari sebelum panen
  3. Pemberian KOBER sesuai dosis dan waktu anjuran tersebut diatas secara teratur

APLIKASI KOBER PADA PERIKANAN

Mikroba selulolitik dan pseudomonas yang terkandung di KOBER dapat memecah / mengurangi racun - racun, pestisida dan sisa - sisa makanan atau bahan organik sehingga kulitas air serta biota dalam air terjaga.
Dengan kualitas air yang baik dan selalu terjaga / terkontrol maka peran mikroba pelarut fosfat dan azotobacter sp menjadi optimal untuk menumbuhkan spora yang ada pada tanah / lumpur menjadi plankton - plankton (makanan alami ikan dan udang).
Cara Pemkaian KOBER
  1. Larutkan 1 (satu) liter KOBER dengan 20 s/d 40 liter air
  2. Siramkan secara merata larutan tersebut pada permukaan tanah dan air
PENGGUNAAN PADA KOLAM / EMPANG ATAU TAMBAK
1. Dosis yang dianjurkan sampai dengan panen :
  • Kedalam 40 cm - 70 cm dosis 0,8 s/d 1 liter KOBER 1000 m2.
  • Kedalaman 60 cm - 120 cm dosis 1,4 s/d 1,6 liter KOBER per 1000 m2.
2. Aplikasi untuk kolam 1000 m2.
  • Setelah pengolahan tanah, taburkan / siramkan secara merata 200 ml (18 tutup botol) yang sudah di encerkan dengan 15 - 20 liter air di permukaan tanah.
  • 3 (tiga) hari kemudian masukkan air secukupnya kedalam kolam / empang / tambak, lalu siramkan kembali larutan 200 ml KOBER yang sudah diencerkan dengan 15 - 20 liter air merata pada permukaan air.
  • 5/7 hari kemudian baru benih ditaburkan
  • Untuk selanjutnya setiap 3 - 4 minggu ditaburkan larutan 100 ml (9 tutup) KOBER (diencerkan dengan 10 liter air) pada permukaan air secara merata.
APLIKASI KOBER SEBAGAI DEKOMPOSER
Manfaat dan keungulan untuk rumah tangga (toilet)
  1. Penggunaan KOBER untuk mencegah mampet pada toilet dan saluran keran pembuangan
  2. Menghilangkan sumber bau dari toilet dan saluran keran pembuangan
  3. Sebagai tindakan preventif menumpuknya limbah biologi / organik pada septictank
Cara Pemakaian untuk rumah tangga (toilet)
  1. Tuangkan 1 botol KOBER kedalam closet / saluran keran pembuangan pada malam hari
  2. Lalu flush / siram, pada keesokan pagi
  3. Tidak boleh diaplikasi secara bersama dengan bahan kimia
  4. Aplikasi setiap 1 bulan
PERHATIAN
  1. Penggunaan KOBER jangan dicampur dengan pestisida atau pupuk kimia.
  2. Pemakaian KOBER tidak boleh bersamaan dengan pupuk kimia, beri tenggang waktu 2 s/d 3 hari.

Post a Comment for "Cara Penggunaan Pupuk Hayati KOBER dari TreniNet yang Sangat Multifungsi bagi Kehidupan"