Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bodyshaming? Ada bocoran dari Buku Karya Pohon Ketela

 


Berbicara tentang bodyshaming sedari dulu hingga kini semakin marak dan tidak ada habis – habisnya. Tapi kamu tau tidak? Kamu tak perlu merasa sedih, ataupun insecure. Kenapa? Iya, kamu Cuma kurang bersyukur saja. Kok bisa gitu? iya, ayo mari simak.

Jika kamu memiliki tubuh yang sedikit lebih berisi dan memiliki pipi chubby sebenarnya kamu itu gemeshin tau. Dan, hal itu  pula yang di inginkan orang kurus. Kamu berusaha diet mati - matian bahkan mengatur pola makan hingga menahan hawa lapar, bersyukur bila ada yang berhasil diet. Namun ada juga yang gagal. Iya, gagal. dia hanya minum seteguk air pun bisa menjadi lemak dalam tubuhnya, berat badan turun enggak, naik iya. Begitulah katanya. Diet boleh, tapi banyak dari orang yang gemuk lebih memilih untuk mengatur porsi makan, seperti mengurangi makanan yang berat, hingga meminum minuman yang mengandung vitamin C seperti air lemon, tapi tak jarang orang yang ingin diet diselingi dengan olah raga. Maka dari itu orang yang gemuk ataupun memiliki tubuh yang sedikit lebih berisi mereka lebih mengatur pola makan daripada menyeimbangi tubuh. Sehingga banyak informasi yang beredar mengenai diet yang berlebihan mengakibatkan datangnya penyakit. Untuk sekarang, lebih baik kamu fokus pada tubuh yang sehat daripada tubuh yang cantik, namun didalamnya terdapat penyakit. Boleh diet tapi dengan cara yang sehat, agar bermanfaat.

Jikalaupun kamu gemuk, tapi kamu merawat diri, kamu bakal tetap terlihat menarik dimata orang lain. Begitupun kebalikan nya ya, jika kamu sudah “gemuk” tetapi tak merawat diri pula. Mungkin kamu bisa di kucilkan dilingkungan kamu. Hal itulah yang mengakibatkan timbulnya rasa insecure pada diri sendiri. Bagaimana pun bentuk rupamu wajib disyukuri ya. Karena omongan orang lain tidak akan ada habis – habisnya berbicara tentangmu.

Nah, tunggu dulu. Bodyshaming terjadi bukan hanya pada orang yang bertubuh gemuk dan berpipi chubby saja ya. Karena budaya yang ada di indonesia kebanyakan hanya ingin memiliki tubuh ramping, langsing, maka dari itu banyak sekali yang berfokus pada berat badan yang berlebihan, naik berat badan sedikit bisa jadi langsung ribet dan riuh sih urusannya.

Orang yang memiliki tubuh ramping juga sering sekali menjadi ujaran untuk mencela, namun tak pernah menjadi fokus perbincangan seperti si tubuh gemuk ataupun si ideal itu. Lalu, bagaimana ya kira – kira suara dari si tubuh ramping itu?

Tubuh kurus atau gemuk, semua memang berpengaruh pada gen orang tua. Namun si kurus lebih banyak bersyukur nya, kenapa? Meski banyak yang mencela mengenai tubuh langsing nya, disatu sisi lain, banyak sekali orang yang memiliki tubuh gemuk malah ingin seperti si kurus, perut rata tidak bergelombang, tentu saja hal ini lah yang di irikan dengan si gemuk.

Sama dengan halnya orang yang memiliki tubuh yang kurus, biasanya tubuh kurus identik mempunyai tubuh yang tinggi. Jadi, sudah kurus, tinggi pula. Sehingga orang lain dengan mudahnya memberi julukan, kutilang (Kurus, Tinggi, Langsing), mirip tiang tower, diledekin makan bambu segala. Aduh aduh, ternyata lebih malang nasib si kurus ya. Tapi, jangan salah. Tidak semua tubuh kurus karena tidak suka makan, atau sulit sekali untuk makan, banyak dari sikurus mengatakan, ”Aku bisa tahan lapar, tapi aku gabisa tahan haus” jelas sekali, berbanding terbalik ya dengan si gemuk. Tapi ada juga si kurus yang jago makan malah susah banget nih gemuk nya. dan biasanya orang yang seperti inilah yang sering dicemburui. Duh beruntung sekali ya nasib nya. banyak dari si kurus yang selalu berproses ingin menaikkan berat badan, namun selalu saja beberapa orang hasilnya nihil.

Sejujurnya si kurus memiliki kelebihan yang banyak dicemburui oleh si gemuk. Loh kok bisa? Iya, menurut survei lapangan

1.    Orang gemuk mudah sekali lelah, orang kurus tidak.

2.    Orang gemuk selalu mengeluh tentang berat badan yang tak juga turun, orang kurus justru kebalikannya,mengeluh tentang berat badan yang tidak juga naik

3.    Orang gemuk makan sedikit langsung bertambah berat badan, orang kurus makan sebanyak apapun tidak juga kurus (bisa jadi faktor gen bukan kerana cacingan ya).

4.    Tubuh si kurus lebih terlihat seperti model sehingga dalam melakukan aktivitas apapun bisa digeluti nya.

Jelas sekali, berbicara tentang body memang tak akan ada habis – habisnya. Entah bagaimana tubuh yang sempurna menurutnya, semua memang serba salah menurut netizen yang maha benar. Memilik tubuh ideal adalah impian semua orang lebih terutama ada pada wanita, siapa sih yang tidak mau memiliki tubuh ideal? Tidak terlalu gemuk, tidak terlalu kurus, tetapi tinggi dan berat badan sudah memumpuni.

Kita tidak tau bagaimana proses dari setiap orang yang ingin berubah penampilan dan melakukan cara merawat diri, menghabiskan uang yang entah berapa puluh juta. Seharusnya kita dukung meski tanpa mengetahui proses yang telah ia lalui, dan coba deh mulut dan jemari di kontrol agar tidak menyakiti hati orang lain. Udah bisa belum? Kalau belum ayo lah dicoba belajar menjadi generasi yang positif, karena jikalau bukan dari kita yang menggerakkan hal positif meskipun hal itu terlihat kecil, siapa lagi?.

Cukup jangan pernah merasa, jika omongan orang lain buruk, menghina fisik cukup intropeksi diri, tapi jangan terpacu sekali. Cukup omongan yang baik menjadi penguat untuk mematahkan omongan jahat.

Dan sekarang mari memulai untuk cintai diri, Sayangi tubuh mu, apapun kondisinya, apapun bentuknya. Banyak orang lain ingin seperti dirimu, namun kamu malah mengabaikan, tidak bersyukur, tidak percaya diri, mirisnya malah ingin jadi seperti orang lain lagi. Astaghfirullah.

Kamu belum terlambat kok untuk menyadari hal ini, belum terlambat untuk berucap syukur. Belum terlambat jika masih ingin menjadi diri sendiri.

Menutup telinga memang penting, karena mendengar ucapan orang akan membuat hati semakin jatuh. Menutup mulut juga penting, agar tidak salah berucap hingga berujung menyakiti orang lain. Menutup mata juga sama penting nya, kita bisa melihat mana yang baik dan mana yang buruk.

Jadi bagaimana? Masih ingin mengikuti perkataan orang lain yang sebenarnya ingin menjadi dirimu? 

“Bersyukurlah, jika yang kurus ingin gemuk

Dan yang gemuk ingin kurus

Mengapa kamu masih insecure?

“Jadikan Ucapan Baik sebagai pedoman kuat untuk mengalahkan Ucapan Buruk yang dapat menjatuhkan dan merusak mental”.

Beli bukunya hanya di sini..

Post a Comment for "Bodyshaming? Ada bocoran dari Buku Karya Pohon Ketela"