Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Pengalaman Mata Sepet dan Lelah di Masa-Masa Awal Menjadi Ibu

Pengalaman Mata Sepet dan Lelah saat Menyusui

"Kalau capek, tidur aja pas bayi tidur"
Kalimat yang sudah sering kali saya dengar, bahkan sejak awal melahirkan. Tapi pada nyatanya, menjadi ibu baru tidak sesederhana itu.

Setiap hari masih terasa seperti petualangan baru yang penuh dengan kejutan. Bahkan ada hari-hari yang membuat saya bertanya-tanya, "ibu-ibu lain kok bisa kuat, ya?".

Eits, tapi ini tidak sedang membandingkan diri, melainkan ini untuk memotivasi diri sendiri, agar tidak menyerah. Karena, menjadi seorang ibu adalah momen yang sudah lama saya nantikan. Setelah perjalanan kehamilan selama sembilan bulan, akhirnya waktu itu tiba, saya bisa bertemu dengan si kecil yang selama ini hanya saya lihat melalui USG. Tentu saja rasanya campur aduk, antara bahagia, haru, dan tidak sabar memulai hari-hari baru sebagai seorang ibu.

Sekarang usia bayi saya sudah 2 bulan. Dan, salah satu perubahan terbesar yang saya rasakan adalah soal tidur.

Ketika Menjadi Ibu Baru Berarti Harus Siap Begadang

Menjadi Ibu Baru = Harus Begadang

Kalau ditanya, "Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur nyenyak? Tanpa terbangun, tanpa rasa pegal, tanpa mata lelah, dan tertidur dalam keadaan tenang?".

Kira-kira, kamu bakal jawab apa?

Kalau kamu seorang ibu, rasanya saya sudah tau jawabannya.

Dulu saya bisa tidur semalaman tanpa terbangun. Tapi sekarang, jam biologis saya seolah mengikuti jadwal si kecil. Sampai saya hapal betul kapan akan tertidur dan kapan pula akan terbangun.

Rutinitas Saya Sebagai Ibu Baru Menyusui

Mulai dari jam 11, jam 2, hingga di jam 3, bahkan di jam 6 pagi. Rutinitas yang bikin saya hapal betul jam-jam nya.

Bahkan disaat seisi rumah masih terlelap, tetapi saya sudah terbangun untuk kesekian kalinya malam itu.

Ya, ternyata begini rasanya menjadu seorang ibu baru.

Pada awalnya saya sangat menikmati semua momen bersama si kecil. Bahkan sering kali setelah bayi kembali tidur, saya belum bisa langsung memejamkan mata. Tapi saya justru tertarik untuj melakukan hal yang lain seperti, mencuci dot, atau membuka ponsel, sekadar untuk mencari tahy berbagai informasi mengenai menyusui, ASI, bahkan banyak istilah-istilah baru mengenai perkembangan bayi baru lahir yang emang harus banyak dipahami.

Tapi, bukannya mengatur waktu dan membatasi penggunaan ponsel, saya malah sering kali terlewat, memilih menahan rasa kantuk dan menikmati bermain ponsel disaat anak sedang tertidur.

Sampai suatu hari saya mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan mata saya, yang mungkin hal ini sudah lama sekali tidak saya rasakan.

Saat terbangun dari tidur mata terasa sepet. Kadang perih seperti kurang pelumas. Tidak jarang juga kadang terasa lelah walaupun saya baru saja mencuci muka. Disini saya mengira kalau saya hanya kurang tidur dan beranggapan kalau ini hanya sementara dan nanti akan hilang dengan sendirinya.

Namun ternyata salah.

Gejala Mata SePeLe yang tiba-tiba menghampiri

Sampai akhirnya saya menyadari satu hal, yakni semakin sering begadang, kurang tidur, dan mencuri-curi waktu menatap layar ponsel disaat anak tertidur, mata saya justru semakin tidak nyaman. Bahkan ada momen ketika saya sedang menggendong si kecil, tapi perhatian saya justru terpecah karena mata yang terasa sangat kering dan perih.

Bayangkan saja, jika dirumah hanya tinggal kamu berdua, lalu si kecil terbangun meminta susu dan kamu ketika berada di hadapannya bukan malah meresponnya, namun memilih untuk menggaruk/mengucek mata yang kering dan terasa perih karena terlalu lama bermain ponsel. Dan, ya.. itu terjadi di saya, seakan saya gagal memberikan respon yang terbaik.

Dari situlah saya belajar bahwa menjadi seorang ibu baru itu bukan hanya menjaga dan mencari tau tentang si kecil saja. tapi juga tidak lupa untuk memperhatikan kesehatan diri sendiri terutama pada area mata, meski ditengah aktivitas yang cukup padat dan waktu istirahat yang terbatas, agar tidak kehilangan momen bersama si kecil.

Dan saya tidak ingin di masa ia sedang bertumbuh ini, justru diwarnai dengan rasa tidak nyaman karena mata kering dan perih.

Cara Saya Mengatasi Gejala Mata Kering

Setelah mencari informasi dan mencoba beberapa cara, saya mulai lebih memperhatikan kesehatan mata. Dan, saya mulai mencoba beberapa cara sederhana.

1. Mengistirahatkan Mata Secara Berkala

Walaupun waktu saya menggunakan ponsel jadi sangat terbatas. Tapi saya tetap memperhatikan waktu dan memberi jeda agar mata tidak terus-menerus fokus pada layar. Mulai dari mengurangi screen time yang tidak perlu, dan mencari informasi sebutuhnya saja.

Dan itu adalah cara saya untuk mengistirahatkan mata, agar saya tidak melakukan kesalahan yang sama secara berulang.

2. Memperbanyak Minum Air Putih

Dari awal kehamilan hingga saat ini, saya selalu mengusahakan memperbanyak minum air putih setiap hari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Agar tetap rutin, saya selalu menyediakan tumbler dengan ukuran yang cukup besar, yakni 1,5L. Setidaknya, perharinya saya cukup mengonsumsi air putih.

3. Memanfaatkan Waktu Istirahat Saat Bayi Tidur

Jujur, ini cukup sulit, tapi dibeberapa kesempatan saya berusaha ikut beristirahat ketika bayi sedang tidur agar tubuh dan mata mendapatkan waktu pemulihan.

Walaupun saya lebih banyak menghabiskan waktu tidur anak untuk pumping, mencuci dan mensterilkan alat-alat dot, bahkan menghabiskan waktu bermain gadget.

4. Mengurangi Penggunaan Gadget yang Tidak Perlu

Disaat saya menyadari kondisi mata yang mulai mengganggu dan akhirnya saya kehilangan momen bersama si kecil. Akhirnya saya mulai lebih selektif dalam menggunakan ponsel dan mengurangi aktivitas scrolling yang tidak terlalu penting.

Bahkan saya benar-benar mengatur waktu antara bermain gadget dan memperbanyak istirahat.

Selain beberapa cara tersebut, saya juga mencari solusi yang bisa membantu meredakan rasa tidak nyaman akibat mata kering.

Mengenal INSTO DRY EYES

kecil-kecil Penyelamat Ibu Menyusui

Saya sudah cukup familiar dengan produk INSTO ini sejak lama. Kalau di ingat kembali, rasanya sejak saya duduk di bangku sekolah SD dulu. Ah, rasanya tak perlu di hitung usia saya sekarang berapa, tapi yang pasti untuk saat ini saya belum berkepala tiga.

Namun baru kali ini saya mengenal INSTO DRY EYES yang digunakan untuk membantu mengatasi gejala mata kering dengan memberikan efek pelumas seperti air mata.

Yang paling saya suka, kemasannya yang praktis dan mudah banget dibawa kemana saja. Dan paling menariknya INSTO selalu upgrade setiap produknya dan memberikan yang terbaik.

INSTO DRY EYES
Kemasan yang praktis & simpel, mudah dibawa kemana saja

Biasanya saya selalu menyimpannya di dekat meja rias atau di dalam tas/pouch sehingga mudah dijangkau kapan pun jika diperlukan.

Sebagai ibu baru, kemudahan seperti ini cukup sangat membantu karena saya sering berpindah aktivitas dari menyusui, pumping, hingga mengurus berbagai kebutuhan bayi.

Apakah Ibu Menyusui Boleh Menggunakan Insto Dry Eyes?

Rasanya pertanyaan "Apakah ibu menyusui boleh menggunakan Insto Dry Eyes?" cukup relevan dengan para ibu menyusui yang lainnya juga. Yang mengalami mata kering saat menyusui akibat perubahan hormon, kurang tidur, dan screen time yang meningkat.

Sebagai ibu menyusui, saya termasuk orang yang cukup berhati-hati dalam menggunakan produk apa pun. Apalagi setelah melahirkan, hampir semua yang saya konsumsi atau gunakan pasti akan selalu saya cek terlebih dahulu karena khawatir apakah dapat memengaruhi bayi.

Bahkan sebelum menggunakan INSTO Dry Eyes, saya juga sempat mencari informasi mengenai kandungannya. Dan dari informasi yang saya temukan, INSTO Dry Eyes ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose (Hypromellose), yaitu bahan yang bekerja sebagai pelumas untuk membantu mengatasi gejala mata kering. Kandungan itu juga terpapar jelas di depan kemasan kotak dan produknya, jadi mempermudah kita juga untuk mengecek kandungan tersebut.

Beberapa referensi media internasional juga menjelaskan bahwa penggunaan hypromellose dalam bentuk obat tetes mata memiliki penyerapan ke dalam tubuh yang sangat minimal sehingga tidak diharapkan memberikan efek pada bayi yang sedang menyusu. Namun, jika ternyata memiliki kondisi kesehatan tertentu atau masih ragu, lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter agar tetap menjadi pilihan terbaik.

Dan bagi saya pribadi, informasi tersebut justru membuat saya lebih tenang. Terlebih, mata kering yang saya alami selama masa menyusui ini memang cukup mengganggu kenyamanan sehari-hari, terutama ketika harus begadang menemani si kecil di malam hari.

Pengalaman Menggunakan INSTO Dry Eyes

Setelah menggunakan INSTO DRY EYES sesuai aturan pakai, saya merasa mata menjadi lebih nyaman ketika gejala mata kering mulai muncul. Terutama pada hari-hari ketika waktu tidur sedang berantakan atau ketika saya terlalu lama menatap layar ponsel untuk mencari informasi seputar bayi.

Tentu saja saya tetap berusaha menjaga pola istirahat dan membatasi penggunaan gadget jika tidak diperlukan.

Namun bagi saya, dengan adanya kehadiran INSTO DRY EYES ini menjadi salah satu solusi praktis yang sangat membantu untuk meredakan ketidaknyamanan akibat mata kering di tengah kesibukan sebagai ibu baru.

Sekarang saya menjadi lebih sadar bahwa mata SEpet, PErih, dan LElah bukanlah sesuatu yang boleh dianggap biasa.

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein

Menjadi ibu baru mengajarkan saya banyak hal. Salah satunya adalah bahwa kesehatan diri sendiri juga perlu dijaga agar bisa menikmati setiap momen bersama buah hati.

Karena itu, jika kamu mulai merasakan mata SEpet, PErih, dan LElah, jangan langsung menganggapnya hal biasa. Bisa jadi itu adalah tanda mata kering yang perlu segera diperhatikan.

Makanya saya selalu menyediakan #InstoDryEyes agar lebih nyaman dan #BebasMataKering dan yang jadi reminder untuk kita semua, bahwa #MataSePeLeJanganDisepelein.

Jangan sampai gejala mata SePeLe mengganggu momen-momen berharga yang tidak akan terulang dua kali.

Kini, saya lebih siap menimati setiap pelukam, senyuman, dan perkembangan kecil si kecil dengan lebih nyaman. Karena setiap detik bersama mereka terlalu berharga untuk dilewatkan.

Sumber:
- https://insto.co.id/produk/insto-dry-eyes
- https://www.medicines.org.uk/emc/product/457/smpc
- https://www.e-lactancia.org/breastfeeding/hypromellose/product

Posting Komentar untuk "Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein! Pengalaman Mata Sepet dan Lelah di Masa-Masa Awal Menjadi Ibu"